Isi dari panca sradha adalah
- Percaya terhadap adanya Brahman
- Percaya terhadap adanya atman
- Percaya terhadap adanya karmaphala
- Percaya terhadap adanya punarbhawa
- Percaya terhadap adanya moksa
Pembahasan
Secara etimologi panca sradha berasal dari kata panca dan sradha. Panca berarti lima dan sradha berarti keyakinan. Jadi, panca sradha adalah lima keyakinan yang dimiliki oleh umat Hindu.
Penjelasan tiap sradha
1. Tuhan Yang Maha Esa / Sang Hyang Widi Wasa
Tuhan adalah sumber dari segala yang ada dan akhir dari segala yang tercipta.
Ekam eva advityam Brahman yang berarti Tuhan hanya satu tidak ada yang kedua.
eko narayana na dwityo’sti kascit yang berarti hanya satu Tuhan sama sekali tidak ada duanya.
Dengan melihat kedua sloka diatas dapat disimpilkan bahwa Tuhan itu esa/satu tidak ada duanya.
2. Atman
Atman adalah sinar suci / bagian terkecil dari Brahman ( Tuhan Yang Maha Esa ). Atman berasal dari kata AN yang berarti bernafas. Setiap yang bernafas mempunyai atman, sehingga mereka dapat hidup. Atman adalah hidupnya semua makluk (manusia, hewan, tumbuhan dan sebagainya). Kitab suci Bhagawad gita menyebutkan sebagai berikut:
“aham atma gudakesa, sarwabhutasaya-sthitah, aham adis ca madhyam ca, bhutanam anta eva ca”
artinya :
O, Arjuna, aku adalah atma, menetap dalam hati semua makluk, aku adalah permulaan, pertengahan, dan akhir daripada semua makluk. (Bhagawadgita X.20)
Sifat – sifat atman meliputi :
- acchedya berarti tak terlukai senjata,
- adahya berarti tak terbakar oleh api,
- akledya berarti tak terkeringkan oleh angin,
- acesya berarti tak terbasahkan oleh air,
- nitya berarti abadi,
- sarwagatah berarti ada di mana-mana,
- sathanu berarti tidak berpindah – pindah,
- acala berarti tidak bergerak,
- awyakta berarti tidak dilahirkan,
- achintya berarti tak terpikirkan,
- awikara berarti tidak berubah,
- sanatana berarti selalu sama.
3. Karmaphala
Secara etimologi karmaphala berasal dari kata karma yang berarti perbuatan dan phala yang berarti hasil. Jadi karmaphala berarti hasil dari perbuatan yang kita lakukan. Hindu mengenal adanya hukum karmaphala yaitu hukum sebab akibat, setiap perbuatan yang kita lakukan pasti akan mendapakan hasilnya.
Berdasarkan waktu diterimanya phala dari suatu karma dibedakan menjadi tiga.
- Sancita Karma Phala: Perbuatan dimas lampau/kehidupan lalu pada kehidupan sekerang kita terima hasilnya;
- Prarabda: Pebuatan sekarang sekarang juga kita terima hasilnya;
- Kryamana: Perbuatan pada kehidupan sekarang belum habis diterima hasilnya maka akan kita terima dapa kehidupan yang akan datang.
4. Punarbhawa
Punarbhawa berasal dari kata punar yang berarti kembali dan bhawa yang berarti menjelma/lahir. Jadi punarbhawa adalah kelahiran kembali. Punarbhawa juga sering disebut dengan Reinkarnasi.
“bahuni me vyatitani janmani tava carjuna, tany aham veda sarvani na tvam vettha parantapa”
arti: Banyak kelahiran-Ku dimasa lalu, demikian pula kelahiranmu, Arjuna; semuanya ini Aku mengetahuinya, tetapi engkau sendiri tidak, wahai Arjuna. (Bhagawadgita IV.5)
5. Moksa
Moksa berasaldari akar kata “muc” yang berarti bebas. Bebas dari segala ikatan karma, ikatan duniawi (suka dan duka) ikatan hidup, ikatan cinta kasih.
Tingkatan moksa:
- SAMIPYA, moksa dapat dicapai oleh para maha Rsi/yogi dengan kematangan tapa membuka intuisinya sehingga dapat menerima wahyu dan memahami hakekakat hidup sejati.
- SARUPYA/SADARMYA, moksa yang dicapai oleh kesadaran sejati ketika atman dapat mengatasi segalanya . Hal ini dapat dicapai oleh Awatara. Beliau bisa mengatasi segalanya dan dapat menentukan sendiri kapan akan meninggalkian dunia ini.
- SALOKYA adalah tingkatan Moksa yang dicapai oleh atman yang telah mampu mencapai tingkat Tuhan. Misalnya leluhur yang telah diaben.
- SAYUJYA adalah tingkat kebebasan yang paling tinggi dimana atman telah bersatu dengan Brahman. Brahman Atman Aikyam. Brahman dan Atman tunggal.
